
KEMBARA TIMUR – Tarian dan nyanyian siswa serta guru SDN 013, mengiringi acara Peresmian Semenisasi Jalan Akses SDN 013, Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Selasa (5/5/2026).
Sontak, suasana pagi di SDN 013 menjadi hangat, penuh kegembiraan. Sangat berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang penuh keluh kesah dan bahkan perasaan marah, karena melewati akses jalan berlubang dan berlumpur menuju sekolah.
“Hari ini kami lega dan gembira, karena akses jalan menuju sekolah sudah disemensiasi KPC. Sebelumnya, kondisi jalan seperti sawah saat hujan. Saya sampai tidak bisa tidur kalau pagi hujan, karena membayangkan anak-anak harus melewati jalan licin dan becek. Banyak yang terpeleset, bahkan ada yang jatuh sampai seluruh tubuhnya penuh lumpur,” kata Ibu Sri, Kepala SDN 013.
Menurutnya, tidak sedikit siswa yang terpaksa melepas sepatu dan menentengnya demi bisa sampai ke sekolah. Situasi tersebut tentu tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga keselamatan anak-anak.
Kini, kondisi itu telah berubah drastis. Jalan akses sepanjang 320 meter dengan lebar 6 meter yang dibangun melalui program CSR KPC telah memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan infrastruktur ini semakin memperkuat komitmen sekolah sebagai Sekolah Ramah Anak. Terlebih, SDN 013 sebelumnya telah meraih predikat Adiwiyata Nasional pada Desember 2025 dan tengah menuju Adiwiyata Mandiri.
Rasa syukur juga datang dari Yulianus Palangiran, anggota DPRD Kutai Timur sekaligus Ketua Komite SDN 013. Ia mengaku selama ini menerima banyak keluhan dari orang tua siswa terkait kondisi jalan tersebut.
“Terus terang saya sempat stres dan galau. Banyak orang tua murid mengeluhkan kondisi jalan ini, tapi upaya yang kami ajukan ke Pemkab Kutim belum terealisasi. Jalan ini becek saat hujan dan cukup rawan karena semak-semak di sekitarnya,” ungkapnya.
Ia bahkan menyebut pernah terjadi insiden kriminal berupa pembegalan di jalur tersebut, yang semakin menambah kekhawatiran masyarakat. Karena itu, ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada KPC yang dinilai cepat merespons kebutuhan masyarakat.
“Syukur sekali ada KPC yang membantu pembangunan jalan ini. Ini bukti nyata kepedulian perusahaan. Saya menyaksikan sendiri bagaimana cepatnya respon mereka. Semoga operasional KPC selalu lancar,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Mulyono. Ia menilai pembangunan jalan ini menjadi kontribusi nyata dunia usaha dalam mendukung sektor pendidikan, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
“Terima kasih kepada KPC dan seluruh kontraktor yang telah membangun jalan ini dengan nilai sekitar Rp1,5 miliar. Ini sangat membantu, apalagi kondisi keuangan daerah saat ini sedang tidak baik-baik saja,” katanya.
Ia juga optimistis jalan dengan konstruksi semenisasi tersebut akan bertahan lama dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. “Dengan kualitas seperti ini, saya yakin jalan ini bisa bertahan puluhan tahun. Ini investasi penting untuk masa depan pendidikan,” tambahnya.
Lebih jauh, Mulyono juga menyebut bahwa kontribusi KPC tidak hanya berhenti pada pembangunan jalan ini. Berbagai program lain juga telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, termasuk di sektor pendidikan.

Manager External Relations KPC, Nanang Supriyadi, menegaskan bahwa pembangunan jalan akses SDN 013 merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Ini adalah bentuk sinergi yang baik antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Sekaligus menjadi gambaran praktik tata kelola yang baik di Kutai Timur,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan jalan ini sejalan dengan dua dari tujuh program utama CSR KPC, yakni peningkatan mutu pendidikan dan penguatan infrastruktur dasar.
Pengerjaan jalan tersebut dilakukan dalam waktu relatif singkat, sekitar dua bulan, sejak awal Maret hingga akhir April 2026. Proyek ini melibatkan sejumlah kontraktor, di antaranya Triwisna, WIKA, WKM, Defa Karya Abadi, K3PC, Andalan Mining, MMA, PAP, dan KNE.
Di balik angka dan data teknis tersebut, ada cerita yang jauh lebih bermakna, tentang anak-anak yang kini bisa berjalan ke sekolah dengan sepatu bersih, tanpa rasa takut tergelincir, dan tanpa cemas akan keselamatan mereka. Jalan semenisasi akses SDN 013, menjadi simbol harapan, jembatan menuju masa depan yang lebih baik, serta bukti bahwa kolaborasi dapat menghadirkan perubahan nyata.(*)




