Untuk Pengairan Sawah, Bendung Gerak Sungai Talake Harus Dibangun
Diterbitkan pada: Nov 11, 2023 pukul 08:40

KEMBARA TIMUR – Untuk mendukung kedaulatan pangan di dua Kabupaten penyanggah Ibu Kota Nusantara (IKN), DPRD Kaltim meminta adanya pembangunan bendung gerak Sungai Talake di perbatasan Kecamatan Babulu, Penajam Pser Utara (PPU) dan Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser.
Hal itu ditegaskan Bagus Susetyo dari Fraksi Gerindra. Menurutnya bendung gerak Sungai Talake berpengaruh besar pada peningkatan hasil panen petani di Kecamatan Babulu, sebab selama ini pengairan sawah petani menggunakan sistem tadah hujan.
“Bendung gerak Sungai Talake merupakan upaya strategis agar Kaltim bisa meningkatkan produksi gabah,” kata Legislator daerah pemilihan Balikpapan itu.
Dilanjutkan dia, bendung gerak Sungai Talake merupakan salah satu proyek strategis nasional yang telah direncanakan sejak lama, namun belum terealisasi hingga saat ini. Padahal, bendung gerak Sungai Talake dapat meningkatkan luas lahan sawah yang ada di Kecamatan Babulu dan sekitarnya.
“Kami mengusulkan agar bendung gerak Sungai Talake bisa dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kaltim dengan anggaran Rp2 triliun,” ujarnya.
Dengan begitu, lanjut Bagus, bendungan seluas 74,307 hektare mencakup Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser bisa diperluas, sehingga nantinya akan mampu mencetak sawah-sawah petani baru di Kabupaten PPU dan Paser, hingga 4.000 hektare.
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalihkan anggaran pembangunan fisik bendung gerak Sungai Talake untuk pembangunan pengambil air di Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU memenuhi kebutuhan air bersih Ibu Kota Negara Indonesia baru bernama Nusantara.
Bagus Susetyo menuturkan pembangunan bendung gerak Sungai Talake juga dapat memberikan manfaat lain, seperti mengatasi banjir, mengendalikan sedimentasi, dan meningkatkan kualitas air sungai.
Selain itu, bendung gerak Sungai Talake juga dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas 1,5 megawatt.
Bagus berharap pemerintah pusat dapat mendukung pembangunan bendung gerak Sungai Talake, karena ini merupakan kepentingan untuk masyarakat Kaltim, khususnya petani di Kecamatan Babulu dan sekitarnya.
“Kami tidak ingin bendung gerak Sungai Talake hanya menjadi wacana tanpa realisasi, karena itu harus segera direalisasikan,” pungkasnya. (adv).




