KEMBARA TIMUR, SAMARINDA – Menjelang berakhirnya tahun 2025, Kota Samarinda, ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, menghadapi berbagai dinamika sosial dan ekonomi. Pemerintah bersama sejumlah lembaga terkait terus melakukan upaya responsif untuk menjamin keselamatan warga serta stabilitas kebutuhan pokok di tengah berbagai tantangan cuaca dan ekonomi.
Wilayah Samarinda mengalami banjir sejak akhir Januari 2025, dan hingga kini dampaknya masih dirasakan warga di sejumlah kecamatan. Berdasarkan data resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, sebanyak 2.980 jiwa terdampak banjir yang melanda lima kecamatan, termasuk Samarinda Utara dan Sungai Pinang. Total ada 952 kepala keluarga dan 916 bangunan terendam akibat kenaikan air di permukiman padat.
Kepala BPBD Kota Samarinda Suwarso menyampaikan bahwa hujan masih berpotensi turun di kawasan ini, sehingga pihaknya terus memantau tinggi muka air di Bendungan Benanga serta kesiapsiagaan posko bencana. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor jika membutuhkan bantuan evakuasi atau logistik.
BMKG memprediksi kondisi cuaca di Samarinda masih dipengaruhi sistem basah, sehingga potensi hujan ringan hingga sedang masih tinggi di hari-hari menjelang akhir tahun. Hal itu juga menjadi faktor penentu kesiapsiagaan warga dan pemerintah dalam menghadapi dinamika perubahan cuaca yang cepat.
Selain kesiapsiagaan bencana, upaya pengendalian harga kebutuhan pokok juga terus diperkuat. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Timur bersama TPID kabupaten/kota, termasuk Samarinda, tercatat telah melakukan berbagai intervensi untuk menekan inflasi pangan. Langkah ini antara lain melalui operasi pasar murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di sejumlah wilayah.
Menurut Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kaltim, Budi Widihartanto, dampak positif dari intervensi tersebut tercermin dalam inflasi daerah yang tetap terkendali pada angka rendah meskipun menghadapi tekanan harga nasional. Ia menyatakan koordinasi lintas kabupaten/kota menjadi kunci menjaga stabilitas harga di pasar lokal.
Tantangan lain yang dihadapi Kota Samarinda adalah isu penyalahgunaan narkoba di sejumlah wilayah rawan. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim bersama aparat gabungan berhasil mengamankan 42 orang positif narkoba dalam operasi pemulihan wilayah rawan di kawasan Jalan Lambung Mangkurat, Kelurahan Pelita.
Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Kaltim Tejo Yuantoro menjelaskan operasi ini bertujuan mengubah kawasan rawan narkoba menjadi Kawasan Bersinar (Bersih dari Narkoba), dengan pendekatan humanis dan rehabilitasi bagi para pengguna yang terjaring.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah mengalokasikan Rp255 miliar untuk program Pelayanan Kesehatan Gratis (PKG) 2025, yang diluncurkan untuk memberikan akses layanan kesehatan kepada masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan nasional (JKN/BPJS). Program ini diharapkan dapat menjangkau puluhan ribu warga yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menyatakan layanan ini sudah terintegrasi dengan sistem BPJS sehingga masyarakat cukup membawa KTP Kaltim untuk mendapatkan pelayanan medis gratis di fasilitas kesehatan yang bekerja sama.
Dalam sektor pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim turut mendukung program sosial besar dengan mendampingi kegiatan Dialog Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi yang digelar di SMA Negeri 16 Samarinda. Kegiatan ini dihadiri langsung Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, yang memberikan motivasi kepada para siswa dari keluarga berpenghasilan rendah untuk tetap semangat mengejar prestasi akademik.
Potret Samarinda di penghujung 2025 menunjukkan berbagai tantangan dan respons pemerintah yang terus bergerak cepat: mulai dari kesiapsiagaan menghadapi banjir, upaya stabilisasi harga kebutuhan pokok, pemberantasan narkoba, hingga program kesehatan gratis serta dukungan pendidikan. Sinergi antara instansi pemerintah, aparatur keamanan, dan masyarakat menjadi kunci menjaga keamanan, kesejahteraan, serta kualitas hidup warganya.(*)
Berbagai Sumber




