Kutai Timur

KPC Sampaikan Duka atas Kecelakaan Kerja yang Menewaskan Karyawan, Investigasi ESDM Berjalan

KEMBARA TIMUR, SANGATTA – PT Kaltim Prima Coal (KPC) menyampaikan duka cita mendalam atas insiden kecelakaan kerja yang mengakibatkan meninggalnya salah seorang karyawannya, Viki Alpiansyah, di area operasional perusahaan pada 29 Mei 2026.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin (2/6/2026), manajemen KPC menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan menegaskan bahwa perusahaan telah memberikan pendampingan kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Sejak menerima laporan kejadian, fokus utama perusahaan adalah memberikan pendampingan kepada keluarga almarhum serta memastikan seluruh hak-hak almarhum dan keluarga dapat dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku,” demikian pernyataan resmi KPC.

Perusahaan menyebut telah mengambil sejumlah langkah penanganan sesuai prosedur yang berlaku. Langkah tersebut meliputi pelaporan kejadian kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), penghentian sementara aktivitas operasional di area terkait, serta pelaksanaan evaluasi internal terhadap penerapan aspek Health, Safety, and Environment (HSE).

KPC juga mengungkapkan bahwa sejak Sabtu, 30 Mei 2026, Tim Inspektur Tambang Kementerian ESDM telah berada di lokasi untuk melakukan investigasi guna mengungkap penyebab insiden secara menyeluruh dan objektif.

Perusahaan menyatakan mendukung penuh proses investigasi tersebut dengan memberikan akses serta informasi yang dibutuhkan guna memperlancar penyelidikan.

Terkait beredarnya dokumen internal di ruang publik, KPC menjelaskan bahwa dokumen tersebut merupakan bagian dari mekanisme komunikasi internal perusahaan dan budaya keterbukaan kepada karyawan dalam proses pembelajaran keselamatan pasca-insiden.

“Informasi terkait insiden saat ini tetap berada dalam proses penelaahan oleh Tim Inspektur Tambang Kementerian ESDM sesuai ketentuan yang berlaku,” tulis perusahaan.

KPC menegaskan menghormati proses investigasi yang sedang berlangsung dan tidak akan berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan sebelum hasil resmi diterbitkan oleh Tim Inspektur Tambang Kementerian ESDM.

Perusahaan juga menekankan bahwa keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama. KPC berkomitmen untuk terus memperkuat budaya keselamatan, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang ada, serta mengambil langkah-langkah perbaikan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Pernyataan resmi tersebut disampaikan oleh General Manager External Affairs & Sustainable Development Division KPC, Wawan Setiawan, sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap keterbukaan informasi kepada publik.(*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button