Kutai Timur

Dari Simpang Muthe ke Masjid Miftahul Jannah, GBN MI Kutim Perkuat Silaturahmi Lewat Takjil dan Bukber

KEMBARATIMUR, SANGATTA – Suasana sore di simpang lampu merah Muthe, Sangatta, Sabtu, 7 Maret 2026, tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah anggota Dewan Pimpinan Kabupaten Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBN MI) Kutai Timur berdiri di tepi jalan sambil membagikan paket takjil kepada para pengendara yang melintas.

Kegiatan berbagi takjil itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan yang digelar GBN MI Kutai Timur tahun ini. Setelah pembagian takjil selesai, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama di Gang Mushola Masjid Miftahul Jannah, Kelurahan Teluk Lingga.

Acara buka puasa bersama tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Haul ke-10 Ananda Nur Ikhwan binti Ikhwan Nafik. Warga sekitar, para santri, serta pengurus organisasi tampak berkumpul dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan menjelang waktu berbuka.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman. Hadir pula Komandan Kodim 0909 Kutai Timur Ragil, perwakilan Polres Kutai Timur, perwakilan Lanal Sangatta, Koramil, jajaran pengurus GBN MI DPK Kutai Timur, tokoh masyarakat, serta masyarakat sekitar.

Ketua DPP GBN MI Kalimantan Timur, H Rustam Rumoro, dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada seluruh anggota organisasi bela negara agar selalu menjaga marwah organisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, organisasi bela negara harus menjadi organisasi yang dibutuhkan oleh masyarakat, bukan sebaliknya.

“Jadilah organisasi yang bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, bukan organisasi yang memanfaatkan. Kita harus selalu menjaga marwah bela negara,” ujar Rustam.

Ia juga mengingatkan agar anggota bela negara memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dengan memikirkan apa yang dapat diberikan kepada negara.

“Jangan pernah berpikir apa yang akan kita ambil dari negara, tetapi pikirkan apa yang bisa kita berikan untuk negara, khususnya untuk Kutai Timur,” tambahnya.

Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di sekitar mushola semakin ramai. Para tamu undangan dan masyarakat duduk bersama menunggu azan magrib sambil mendengarkan sambutan dari Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman.

Dalam kesempatan tersebut, Ardiansyah mengajak masyarakat untuk bersyukur karena saat ini berada di pertengahan bulan suci Ramadan.

Ia menjelaskan bahwa Ramadan tidak hanya dikenal sebagai bulan puasa, tetapi juga disebut sebagai syahrul quran, yaitu bulan diturunkannya alquran.

“Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa, karena pada bulan inilah alquran diturunkan. Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan ibadah dan memperkuat kebersamaan,” ucapnya.

Bupati juga mengapresiasi pengurus GBN MI Kutai Timur yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Menurutnya, semangat bela negara saat ini tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan fisik seperti masa kemerdekaan, tetapi juga melalui kemampuan, kebersamaan, serta kepedulian terhadap kondisi masyarakat.

“Mempertahankan negara tidak hanya dengan perang, tetapi dengan kemampuan, kebersamaan, dan kepedulian. Jika ada kekurangan di masyarakat, maka kita sampaikan kepada pemerintah dan kita tangani bersama,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan tidak mudah terpecah belah oleh berbagai isu yang dapat merusak persatuan bangsa.

Menjelang azan magrib berkumandang, seluruh peserta yang hadir bersiap untuk berbuka puasa bersama. Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh kehangatan dan menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah daerah, organisasi bela negara, serta masyarakat Kutai Timur.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama seluruh peserta yang hadir. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button