LISIS INDONESIA: Refleksi Pilkada Kutim – Menuju Kutim Hebat 2025-2030
Pilkada Kutim: Dinamika, Harapan, dan Masa Depan Menuju Kutim Hebat 2025-2030
Oleh: Surahman Thalib, SE., ME.
Direktur LSM LISIS Indonesia (Lingkar Study Analisis & Isu-isu Strategis)
Deklarator Dukungan Lintas Generasi Forum Komunikasi Lingkar Mangandi Pattinjo ARMY
Demokrasi dan Pilkada Serentak
Demokrasi adalah system pemerintahan yang melibatkan rakyat dalam menjalankan roda pemerintahan rakyat berperan aktif dalam mendukun dan mendorong kinerja pemerintah , ini sekaligus menegaskan bahwa rakyat memiliki tanggung jawab yang sama dalam pembangunan sekalipun dalam posisi dan perspektif yang berbeda
Pemilihan Kepala Daerah sendiri sejatinya adalah momentum untuk menitipkan kembali asa, harapan dan keinginan warga dan masyarakat minimal untuk 5 tahun kedepan, menitipkan harapan itu kepada pasangan calon yang dianggap layak, memiliki kapasitas, kapabilitas, track record , komitment membangun untuk kesejahteraan rakyat serta keunggulan lainnya yang secara akademik dianggap berbeda atau lebih baik dengan pasangan calon lainnya sebagai landasan dan factor serta alasan utama Masyarakat untuk memberikan pilihannya.
Pemilihan Pasangan
Pemilihan Kepala daerah dimanapun selalu melahirkan dinamika yang berbeda beda, khusunya pada pemilihan kepala daerah di Kabupaten Kutai Timur, dua orang putra terbaik Kutai timur yaitu Bapak Drs H Ardiansyah Sulaiman, Msi, dan Bapak Dr. Kasmidi Bulang, ST.MM digadang-gadang menjadi kandidat terkuat karena keduanya berstatus Incumbent atau petahana (Bupati & Wakil Bupati) pada periode sebelumnya, sekalipun diawal awal kontestasi resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dibuka atau Jadwal pendaftaran pasangan calon menetapkan kedua pasangan incumbent tersebut sebagai pasangan resmi, desas desus munculnya poros tengah (Poros ketiga) diluar incumbent juga muncul sebagai opsi pasangan alternatif juga mewarnai dinamika Pilkada di Kutim.
Dinamika politik terus berkembang, trik dan intrik, adu strategi serta lobi lobi politik terus bergulir. Namun pada akhirnya hanya ada dua pasangan calon yang memiliki komitment politik serta platform perjuangan yang sama sehingga munculnya poros ketiga sebagai calon alternatif kemudian menjadi pupus. Sedikit menarik dari koalisi poros ketiga dimana koalisi tersebut tidak solid untuk memberikan dukungan ke hanya salah satu pasangan calon tapi masing-masing memilki pilihan koalisi yang berbeda.
Pendaftaran dan Kampanya
Konsolidasi partai partai dalam mengusung dan mendukung pasangan calon terakumulasi setelah terbentuknya dua poros dimana Poros KB-KINSU dengan kekuatan 23 kursi di parlemen vs 17 kursi untuk poros ARMY, jika kekuatan masing-masing pasangan ini berdasarkan jumlah kursi koalisi di parlemen atau sama dengan 58% vs 43%, maka sejatinya bisa dipastikan kemenangan jelas berpihak ke Poros KB-KINSU, ini sekali lagi hanya asumsi jika semua komponen dan mesin partai koalisi bekerja dengan maksimal serta semua konstituen pada pemilihan legislatif (Pileg) sebelumnya masih dengan pilihan yang sama. Namun, pada akhirnya fakta politiknya berkata lain, tapi justru sebaliknya menegaskan sekaligus menyimpulkan bahwa Pileg berbeda dengan Pilkada.
Jimmi, ST, MT, selaku Ketua tim transisi pemenangan ARMY disalah satu kegiatan Bimtek relawan menyatakan, “bahwa pasangan calon yang kita dukung adalah orang yang baik, rasanya tidak relah kita biarkan berjuang sendiri”. Ini seolah menjadi cambuk sekaligus pemantik lahirnya kekuatan tersendiri diluar kekuatan dukungan dari partai partai koalisi, yang juga mengambil peran dan tanggung jawab besar serta komitment yang tinggi untuk bekerjasama dlm memenangkan pasangan ARMY, Relawan lahir dan tumbuh bak jamur di musim semi, mulai dari Gen Z, Generasi Millenial, Ormas daerah, simpul paguyuban, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh adat, hingga sampai ke ruang dirumah rumah warga (mak mak for Army), mulai danau redan hingga di pelosok terjauh desa kec sandaran, sampai akhir masa tenang tercatat hampir 390 an simpul relawan yang terbentuk, sangat wajar jika dalam kegiatan kampanye Door To Door khususnya berfokus pada wilayah Utara dan Selatan, serta Dapil 2 secara umum, tidak kurang dari 2000 personil gabungan berbagai relawan dan ormas hadir sampai ke pintu pintu rumah warga untuk memastikan tidak ada ruang yang tersisa pesan “LANJUTKAN SEMANGAT UNTUK KUTIM HEBAT” diterima dengan baik oleh setiap warga.
“Pasangan ARMY adalah pasangan yang paling layak memimpin untuk melanjutkan Pembangunan menuju kutim hebat, dengan modal serta dukungan pengalaman, track record, kapasitas dan kapabilitas, serta bersih dari isu isu penyalahgunaan wewenang, sangat cukup menjadi alasan kita untuk menjatuhkan pilihan pada pasangan ini” (Ketua Tim Pemenangan ARMY Kanda Dr. H . Agusriansyah Ridwan – dalam kampanye akbar ARMY – 23 November 2024). Selanjutnya, lebih detail statement disampaikan oleh Kanda Daniel Karangan dalam kegiatan kampanye yang sama bahwa bahwa “Bapak Ardiansyah Sulaiman adalah the reall off eksekutor, the Reall of Pluralisme”. Statement ini memberikan pesan bahwa sesungguhnya pasangan calon yang paling layak dengan jargon jargon KUTIM UNTUK SEMUA adalah PASANGAN ARMY.
Pemilihan, PSU, dan Rekonsiliasi
Pada hari pemilihan berjalan aman di semua dapil dan tps , nyaris tak ada benturan atau gesekan serius antara pendukung, sekalipun dalam proses rekapitulasi ditingkat kecamatan terdapat dua TPS yang dilakukan rekomendasikan untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) , sekalipun PSU tersebut diselenggarkan nyaris tidak berdampak pada persentasi dan akumulasi perolehan suara kedua pasangan calon, namun ada hal menarik pada kegiatan PSU khususnya disalah satu TPS Singa Gembara sangatta Utara, walaupun mayoritas penyelenggara adalah mohon maaf warga non muslim pada saat perhitungan berlangsung terdengar suara adzan dan seketika itu proses perhitungan dihentikan/istirahat dan stelah itu dilanjutkan kembali , sekali lagi ini potret dari sikap toleran, care dengan setiap perbedaaan, hal ini karena dimulai dari pemimpin yang memposisikan setiap warganya sama.
Kembali ke topik pemilihan, sehari setelah pencoblosan tepatnya tgl 28 Nov 2024 kubu KB – KINSU melakukan conference pers menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan ARMY sebagai pemenang berdasarkan data hitungan cepat (Quick Count) hal ini memperlihatkan sikap kenegarawanan, banyak asumsi dan spekulasi muncul bahwa itu bagian dari agenda setting memenangkan strategi baru mengambil langkah-langkah taktis untuk mengubah hasil perolehan suara hingga isu mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), faktanya hingga masa waktu yang diberikan KPU pasca pleno dini hari , jumat 06 Desember 2024 atau senin, 09 Desember 2024 sebagai batas waktu untuk mengajukan keberatan ternyata tidak dilakukan oleh kubuh KB-KINSU. Maka secara the facto ARMY sudah menjadi pemenang dalam kontestasi PILKADA untuk masa bakti 2025-2030.
Bahwa adanya konferensi pers kubu KB-KINSU yang beredar di media sosial seperti grup-grup Whatsapp memberikan pesan dan ruang komunikasi untuk rekonsiliasi dengan berbagai pihak, penulis khususnya menilai bahwa konferensi pers tersebut tak bermuatan politis untuk mendapatkan pengampunan/perlindungan kebijakan untuk lima tahun kedepan, tapi lebih kepada sikap serta rasa patriotisme bahwa urusan Pilkada sudah selesai, tak ada lagi kubu KB-KINSU tau kubu ARMY yang ada adalah warga dan Masyarakat Kutai Timur.
Implementasi Visi-Misi ARMY & Hajatan 5 Tahunan
Kemenangan ARMY sekaligus mengantarkan konsep Lanjutkan semangat menuju kutim hebat sampai ke pintu gerbang realisasi, namun bukan tidak mungkin dalam implementasi 50 program unggulan tersebut kedepan mendapat kendala dan hambatan, partai pendukung dan pengusung serta stakeholder pemenangan tentu Sudah pasti memiliki platform dukungan dlm mengawal dan ikut mensukseskan program program pemerintah.
Bagaimana dengan simpul ormas dan relawan..? , jumlah relawan yang hampir 400 san tentu memiliki komitment yg sama dalam mengawal dan mewujudkan janji-jani politik serta program yang telah disosialisasikan ke seluruh lapisan Masyarakat, peran ini juga tak kalah penting dibanding dengan peran stakeholder lainnya. Konsolidasi yang solid di semua simpul ormas dan relawan khususnya dan masyarkat kutai timur pada umumnya akan melahirkan iklim Pembangunan yang sejuk, tapi sebaliknya jika tidak termaintance dengan rapi bisa jadi justru akan menjadi kerikil -kerikil tajam di setiap sudut dan tikungan,disetiap etape yang dilalui untuk route Panjang 5 tahun kedepan_ iya relawan_ Bak mata pedang bermata dua….
Bagaimana dengan hajatan 5 tahunan (2030) ? , terlalu dini untuk berasumsi dan kotak katik formasi, siapa yang harus melakukan apa…..! ada baiknya focus menyelesaikan tugas dan Amanah _ Warga rindu dan menanti realisasi program ARMY…,
Sangatta, Gang SBY, 12 Desember 2024
****LISIS INDONESIA focus pada kajian dan isu isu strategis local maupun nasional, menjadi sharing parner berbagai elemen


