KEMBARA TIMUR, SANGATTA – Menertibkan masyarakat memang tugas Polri. Tapi di Polres Kutai Timur (Kutim), urutannya jelas: rambut dirapikan dulu, kartu identitas dicek, baru bicara pelayanan publik.
Itulah yang terlihat dalam kegiatan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) yang dilaksanakan Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) Polres Kutai Timur, Rabu (7/1/2026). Seluruh personel diperiksa di halaman Mapolres Kutim, sebelum mereka kembali menjalankan tugas di lapangan.
Pemeriksaan menyasar hal-hal yang kerap dianggap sepele, tapi justru menentukan citra: sikap tampang, kerapian seragam, KTA, KTP, SIM, kelengkapan kendaraan bermotor, hingga senjata api dinas. Intinya, tak ada ruang untuk lupa, apalagi abai.
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto menegaskan bahwa Gaktibplin bukan agenda dadakan, melainkan kegiatan rutin yang bersifat preventif. Tujuannya sederhana: mencegah pelanggaran sebelum berubah jadi masalah.
“Disiplin adalah napas anggota Polri. Sebelum menertibkan masyarakat, kami wajib menertibkan diri sendiri,” ujarnya.
Menurut Fauzan, profesionalisme polisi tidak hanya diukur dari kemampuan teknis atau keberhasilan pengungkapan kasus, tetapi juga dari kepatuhan terhadap aturan internal—hal yang sering luput dari sorotan publik, tapi krusial dalam membangun kepercayaan.
“Kalau internal tertib, pelayanan ke masyarakat pasti lebih maksimal,” katanya.
Dalam praktiknya, personel Propam memeriksa barisan anggota satu per satu. Bagi yang kedapatan kurang rapi atau administrasinya tidak lengkap, teguran langsung diberikan di tempat. Tidak panjang, tidak dramatis, cukup untuk mengingatkan bahwa disiplin dimulai dari hal paling dasar.
Pesan dari kegiatan ini cukup jelas: polisi yang rapi dan tertib di dalam, diharapkan lebih siap dan berwibawa di luar. Karena sulit meminta masyarakat patuh, jika aparatnya sendiri masih harus diingatkan soal kelengkapan pribadi.
Melalui Gaktibplin ini, Polres Kutimr berharap kepercayaan publik terhadap Polri dapat terus diperkuat, bukan lewat slogan, tetapi lewat konsistensi menjaga disiplin, bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan.(*)
