KEMBARA TIMUR, KUTIM – Cemburu yang seharusnya dibicarakan baik-baik justru berubah jadi tragedi berdarah di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur. Seorang istri muda meregang nyawa setelah menjadi korban kekerasan suaminya sendiri di sebuah toko pakaian, Minggu (4/1/2026) sore.
Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 16.30 Wita di Toko Baju Serba 35.000, Jalan Poros SP 2 RT 017, Desa Wahau Baru. Lokasi yang biasanya ramai orang cari kaus murah, sore itu justru berubah jadi tempat kejadian perkara.
Kapolsek Muara Wahau IPTU Sumarthono membenarkan kejadian tersebut. Ia menegaskan, perkara ini sudah ditangani polisi dan pelaku telah diamankan.
“Pelaku adalah suami korban. Saat ini sudah kami amankan dan diproses sesuai hukum,” ujar IPTU Sumarthono.
Korban diketahui bernama Hasriani alias Ani (24). Saat kejadian, korban sedang bekerja menjaga kasir bersama seorang remaja perempuan. Suaminya, Rekno Adi Irawan alias Eno (29), datang ke toko dan mengajak korban berbicara empat mata.
Sayangnya, obrolan yang mestinya jadi ruang klarifikasi justru berubah menjadi pertengkaran hebat. Dipicu rasa cemburu, emosi pelaku memuncak. Di sudut toko, pelaku mengeluarkan senjata tajam yang disembunyikannya dan menyerang korban.
Korban sempat berteriak meminta tolong sebelum akhirnya terjatuh bersimbah darah dan tidak sadarkan diri. Saksi mata yang panik langsung meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Muara Wahau.
Usai melakukan aksinya, pelaku memilih kabur. Namun langkahnya tidak sejauh niatnya, karena polisi tak butuh waktu lama untuk mengamankannya beserta sejumlah barang bukti.
Korban sempat mendapatkan penanganan medis dan dilakukan visum di Puskesmas Muara Wahau II, namun nyawanya tidak tertolong.
Polisi memastikan kasus ini akan diproses hingga tuntas.
“Kami sudah memeriksa saksi-saksi, mengamankan barang bukti, dan melakukan penyidikan secara menyeluruh,” tegas IPTU Sumarthono.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa kecemburuan tanpa kendali bukan cuma merusak hubungan, tapi juga bisa merenggut nyawa. Emosi sesaat, akibatnya seumur hidup.(*).
