KEMBARA TIMUR, TANA PASER – Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, terus menunjukkan dinamika positif di berbagai sektor, mulai dari perkembangan ekonomi, pembangunan desa, hingga dukungan terhadap pembangunan nasional, memasuki penghujung tahun 2025.
Data terbaru menunjukkan bahwa Paser tidak lagi hanya mengandalkan sektor pertambangan sebagai basis perekonomian. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Paser Bayu Agung Prasetio, perekonomian daerah semakin beragam. Kontribusi sektor non-tambang terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat dari sekitar 33 persen pada 2023 menjadi 39,37 persen pada 2024, mencerminkan terbukanya ruang bagi sektor ekonomi lain seperti pertanian, jasa, dan industri kecil untuk tumbuh. (Prokal – Portal Kalimantan)
Dukungan terhadap sektor pertanian, khususnya perkebunan kelapa sawit, menjadi salah satu pilar penggerak ekonomi yang berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat setempat. Bupati Paser dr. Fahmi Fadli mendorong pengembangan sawit sebagai komoditas yang menyerap tenaga kerja dan mengurangi ketergantungan terhadap sektor lain. Sekitar 8 persen dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berasal dari sawit, yang mampu menyerap tenaga kerja hingga puluhan ribu orang. (Haisawit)
Pemerintah juga mempermudah akses administrasi bagi petani melalui penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB). Hingga tahun 2025, lebih dari 5.000 STDB telah diterbitkan, memberi kesempatan kepada petani untuk mengakses program dan fasilitas pendukung dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Di sektor pembangunan desa, Kabupaten Paser mencatat lonjakan capaian dalam indeks keberhasilan tata kelola desa. Berdasarkan keputusan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kabupaten Paser berhasil meningkatkan status desa dengan jumlah 63 Desa Mandiri, 66 Desa Maju, dan 10 Desa Berkembang pada 2025. Transformasi ini didorong oleh indikator baru yang menilai kualitas tata kelola desa secara lebih komprehensif. (Prokopim Kab. Paser)
Prestasi ini menunjukkan kemajuan kualitas layanan dan program desa yang lebih fokus pada peningkatan kesejahteraan sosial, ekonomi, dan lingkungan—yang sekaligus menjadi fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Selain dinamika ekonomi dan pembangunan desa, Paser juga memperkuat keterlibatan dalam agenda pembangunan nasional. Bupati Paser bersama jajaran pemerintah daerah menghadiri rapat koordinasi dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dan pejabat pusat untuk membahas sinergi pembangunan wilayah Kaltim dalam mendukung percepatan pembangunan IKN di Nusantara.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Otorita IKN menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur sekaligus integrasi konektivitas antar daerah di Kalimantan Timur — termasuk untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat setempat.
Walaupun sektor tambang masih berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Paser, berbagai upaya untuk menciptakan jalan khusus angkutan sawit dan komoditas lain pernah dibahas antara Pemkab Paser dan DPRD Kaltim dalam pertemuan yang membahas aturan dan pembangunan infrastruktur pendukung. Diskusi tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah daerah untuk menyelesaikan konflik pemanfaatan jalan negara dan mengoptimalkan jalur angkutan komoditas lokal.
Selain isu ekonomi dan pembangunan, pelayanan publik di Paser juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah baru-baru ini menyelenggarakan pelantikan lebih dari 3.000 pegawai ASN dan PPPK, sebuah langkah penting untuk memperkuat aparatur pemerintah dan layanan publik di kabupaten tersebut. Proses pelantikan dilaksanakan di halaman kantor bupati untuk menampung jumlah peserta yang besar dan memastikan kelancaran pelaksanaan.
Dengan peningkatan diversifikasi ekonomi, kemajuan desa, keterlibatan dalam pembangunan nasional, serta penguatan layanan publik, Kabupaten Paser dinilai semakin siap menghadapi tantangan dan peluang di era pasca-pembangunan IKN dan dinamika ekonomi regional. Paser semakin menunjukkan bahwa pertumbuhan yang inklusif dan berbasis potensi lokal adalah kunci kesejahteraan jangka panjang.(*)
Berbagai Sumber
