Mahulu Fokus Jaga Ketahanan Pangan dan Stabilitas Harga di Tengah Tantangan Ekonomi

KEMBARA TIMUR, MAHAKAM ULU – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, mengambil langkah proaktif menghadapi dinamika sosial dan ekonomi di wilayahnya dengan memperkuat ketahanan pangan, operasi pasar murah, serta festival pangan berskala lokal. Berbagai upaya tersebut sekaligus menjadi respon terhadap tantangan harga kebutuhan pokok yang sempat melonjak pada tahun ini. (Samarinda Pos)

Menghadapi tekanan harga bahan pokok seperti beras dan minyak goreng yang sempat naik signifikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Pemerintah Kabupaten Mahulu menggelar operasi pasar murah untuk meringankan beban masyarakat. (Samarinda Pos)

Wakil Gubernur Kaltim H. Seno Aji memimpin pelepasan distribusi ribuan liter minyak goreng dan gula pasir di Mahulu melalui program ini. “Langkah ini adalah respons cepat terhadap lonjakan harga pangan di Mahakam Ulu maupun wilayah lain di Kaltim,” terang Seno Aji.

Sementara itu, Pemkab Mahulu yang bekerja sama dengan Bulog Kaltim menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Alun-Alun Ujoh Bilang. Kegiatan ini, menurut Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Mahulu Agustinus Teguh Santoso, bertujuan menjaga stabilitas harga dan menyediakan akses pangan terjangkau bagi warga.

Upaya menjaga ketahanan pangan juga dilanjutkan melalui rangkaian kegiatan Festival Pangan Mahakam Ulu 2025 sebagai bagian dari peringatan Hari Pangan Sedunia serta HUT ke-12 Kabupaten Mahulu. (Dinas Pangan Kaltim)

Dalam festival yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mahulu ini, ribuan warga terlibat dalam pameran pangan lokal, talkshow edukatif, dan presentasi pola konsumsi sehat. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Pangan Provinsi Kaltim, Amaylia Dina Widyastuti, menegaskan pentingnya mengurangi ketergantungan pada pangan impor serta memperkuat produksi lokal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mahulu, Engerbertus, menambahkan bahwa inovasi seperti Gerakan Selamatkan Pangan dan edukasi B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) menjadi bagian penting dalam mendorong generasi muda mencintai pangan lokal sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakat Mahulu.

Langkah-langkah tersebut diambil di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Mahulu, termasuk kondisi geografis yang terpencil dan tekanan harga di pasar lokal. Pemerintah daerah berharap sinergi antara program pusat, provinsi, dan kabupaten dapat terus menjaga stabilitas kesejahteraan masyarakat Mahulu.

Upaya serupa juga sejalan dengan visi pembangunan daerah yang mengedepankan ketahanan sosial, ekonomi, dan budaya, serta menjadi dasar bagi masyarakat dalam menghadapi dinamika ekonomi kedepannya.(*)

Exit mobile version