Berau Perkuat Pariwisata Bahari, Optimalkan Derawan dan Maratua di Musim Liburan

KEMBARA TIMUR, BERAU, KALTIM – Kabupaten Berau terus menegaskan perannya sebagai salah satu destinasi utama pariwisata bahari di Kalimantan Timur, dengan berbagai upaya promosi, peningkatan layanan, dan kesiapan menghadapi libur panjang akhir tahun. Potensi wisata unggulan seperti Pulau Derawan dan Maratua menjadi fokus pengembangan yang strategis.

Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Polres Berau fokus meningkatkan pengawasan di kawasan wisata bahari, khususnya di Pulau Maratua dan Derawan. Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto mengatakan pihaknya telah meninjau langsung kondisi di lokasi, sekaligus menyiagakan personel di pos pengamanan bersama unsur TNI, pemerintah kampung, serta tenaga kesehatan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kerawanan dan memaksimalkan kenyamanan wisatawan.

“Beberapa hari kemarin, kami sudah ke Maratua dan Derawan untuk melihat langsung bagaimana pengamanan dan situasi menjelang akhir tahun. Sesuai informasi BMKG, gelombang dan angin cukup kencang sehingga antisipasi perlu dilakukan,” ujar AKBP Ridho.

Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pariwisata 2025 untuk menyelaraskan strategi pengembangan destinasi wisata. Acara ini dibuka oleh Bupati Sri Juniarsih Mas, dengan tema “Komitmen Perangkat Daerah dalam Pembangunan dan Pengembangan Pariwisata”.

Dalam rakor tersebut, Bupati menyampaikan capaian prestasi pariwisata yang dijadikan modal promosi efektif, seperti keberhasilan Derawan meraih penghargaan nasional dan Anugerah Bangga Berwisata Indonesia. Prestasi ini dinilai menjadi daya tarik penting bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Akses menuju Berau kini semakin mudah, termasuk dari Samarinda. Jadwal penerbangan Samarinda–Berau telah ditambah sehingga wisatawan memiliki lebih banyak pilihan waktu perjalanan, sekaligus mempermudah akses ke destinasi seperti Derawan dan Maratua yang sebelumnya memakan waktu panjang jika melalui darat.

Meski begitu, tantangan konektivitas antarmoda masih dihadapi, terutama di rute speedboat dari dermaga ke pulau-pulau wisata. Dinas Perhubungan Berau menyatakan operasional speedboat yang melayani rute wisata bahari telah dijalankan secara terjadwal dan terus diperbaiki agar pengalaman wisatawan lebih nyaman dan terprediksi.

Dalam upaya jangka panjang, kerjasama dengan berbagai pihak seperti Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan pemerintah daerah terus dilakukan untuk mengembangkan ekowisata yang bertanggung jawab. Pendekatan ini menekankan keseimbangan antara pelestarian alam dan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal di kawasan wisata bahari.

Gugusan kepulauan Derawan, termasuk Maratua, Sangalaki, Kakaban, dan lainnya, terus menjadi daya tarik utama. Potensi ekosistem laut, pasir putih, serta keindahan bawah laut menjadikan kawasan ini destinasi unggulan wisata bahari nasional. Terlebih lagi, keberadaan desa wisata Pulau Derawan yang masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 menunjukkan kualitasnya di kancah nasional.

Dengan kombinasi prestasi, peningkatan akses, kesiapan pengamanan, dan upaya berkelanjutan dalam pengembangan pariwisata, Kabupaten Berau diharapkan semakin mampu mengerek jumlah kunjungan wisatawan, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dalam jangka panjang.(*)

Berbagai Sumber

Exit mobile version