DPRD Kaltim Tegaskan Distribusi Guru di Pinggiran Harus Merata

Diterbitkan pada: Nov 11, 2023 pukul 09:34

KEMBARA TIMUR – Minimnya tenaga pengajar di wilayah pinggiran Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi keprihatinan yang harus segera ditangani.

Hal itu ditegaskan Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Rusman Ya’qub.

Dia memaparkan, berdasarkan data per 1 Agustus 2023, jumlah tenaga guru di bawah naungan Pemprov Kaltim sebanyak 8.555 orang. Mencakup guru PNS 4.074 orang, PPPK 1.473 orang, honor provinsi 1.763 orang, dan honor bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) 755 orang.

Namun dari angka tersebut, kenyataannya pendistribusian guru di Kaltim masih belum merata di beberapa daerah terpencil Kaltim.

“Pendistribusian guru di Kaltim harusnya merata. Setiap guru hanya perlu mengajar mata pelajaran yang sesuai bidangnya. Tidak rangkap-rangkap,” sebutnya.

Sementara ini, lanjut dia, rasio guru dan sekolah di Kaltim mungkin terlihat seimbang. Padahal, kata dia, faktanya berbeda. Menurutnya, sumber masalahnya terletak pada sebaran guru di berbagai mata pelajaran.

“Sayang sekali kecenderungan guru di suatu bidang studi banyak bertugas di pusat kota. Sementara, sekolah di pinggiran sering mengalami kekurangan guru mata pelajaran tertentu. Jadi tidak seimbang,” imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya menganjurkan agar setiap satuan pendidikan di Kaltim memanfaatkan sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) secara maksimal. Tujuannya untuk memastikan informasi mengenai kebutuhan guru dan distribusi mereka di sekolah-sekolah dapat dicatat dengan baik.

“Hal ini sangat penting agar pembentukan guru dapat didasarkan pada klasifikasi dan kebutuhan yang sesungguhnya. Jangan sampai terjadi ketimpangan antara yang di kota dengan yang di pinggiran atau yang di pedalaman,” tutupnya(adv/y).

Exit mobile version